Wednesday, 15 May 2013

Keistimewaaan Sultan Abdul Aziz Abdul Jalil Rahmat Syah

Masa Pemerintahan Sultan Abdul Aziz Abdul Jalil Rahmat Syah

 Sultan Abdul Aziz Abdul Jalil Rahmat Syah Sultan Langkat 1895
 Sultan Abdul Aziz Abdul Jalil Rahmat Syah
Sultan Langkat 1895

Sebagai daerah yang kaya dan makmur membuat Langkat menjadi kesultanan yang sangat besar, hal ini dapat dilihat dengan adanya pembangunan yang besar dalam berbagai bidang. Dibawah pemerintahan Sultan Abdul Azizi, Langkat mengalami kemajuan diantaranya bidang pendidikan dan perekonomian. 
Berdasarkan keputusan atau Beslit tanggal 23 Mei 1894 No. 1 dan dilantik pada tanggal 10 Agustus 1896. Pada tanggal tersebut maka resmilah Abdul Aziz menjadi Sultan Langkat. Tenggang waktu penetapan dan pengangakatan secara resmi berkisar antara 2 tahun, hal ini disebabkan oleh usia yang masih muda dari Sultan Abdul Aziz. Dalam usia yang sangat muda ini Sultan belum bisa mengambil keputusan sehingga masih dibimbing oleh kerabat dekat di istana. Hingga pada akhirnya Sultan diangkat dan diresmikan menjadi Sultan Langkat pada tanggal 10 Agustus 1896, maka disinilah Sultan telah dapat memberikan suatu keputusan demi kepentingan daerah kekuasaannya.
Didalam bidang pendidikan Sultan membangun sebuah lembaga pendidikan yang sangat termahsyur yaitu organisasi pendidikan Jamaiyah Mahmudiyah Li Thalabil Khariyah. Sebenarnya Sultan sangat memperhatikan perkembangan pendidikan didaerahnya. Hal ini dapat dilihat dimana Sultan mendatangkan pengajar dan ulama untuk mengajarkan pengetahuan umum dan agama kepada anak dan kerabatnya. Sehingga timbullah keinginan Sultan untuk mendirikan suatu organisasi pendidikan guna mendidik masyarakat sekitar. Keinginan Sultan ini tidak hanya didukung oleh keluarga kesultanan tetapi juga para tokoh masyarat dan tokoh agama. Dengan demikian rencana untuk melakukan pembangunan sebuah organisasi pendidikan dapat terwujud.
            Dalam masa-masa pemerintahannya, Sultan banyak sekali memberikan kontribusi bagi perkembangan Langkat, sehingga Sultan Langkat menjadi pendorong kemajuan bagi daerah kesultanan. Dalam menjalankan sistem pemerintahan Sultan dibantu oleh para pembesar kesultanan. Pada umumnya yang memerintah kesultanan adalah Sultan akan tetapi yang menjalankan roda pemerintahan adalah para pembesar kesultanan. Hal ini disebabkan oleh tindakan dan nasehat yang diberikan dimana kemudian ditindak lanjuti dan dipertimbangkan segala nasehat serta persetujuan dari pembesar-pembesar kesultanan.
            Sultan yang bijaksana akan mencermati dan meneliti segala nasehat untuk kemudian dilaksanakan. Dapat dilihat bahwa pada masa pemerintahan Sultan Abdul Azis sebagai pemegang keadilan dan kesatuan serta Sultan diakui sebagai pemegang wibawa tertinggi. Sistem pemerintahan yang dijalankan oleh Sultan Abdul Aziz berdasarkan kepada sistem otomisasi wilayah, dimana kekuasaan Sultan tidak mencampuri masalah didaerah yang ditaklukannya. Daerah-daerah yang menjadi taklukannya diberikan kebebasan untuk mengurus daerahnya masing-masing tanpa adanya campur tangan dari kesultanan. Namun tempat-tempat yang strategis dan memiliki potensial yang tinggi Sultan Abdul Aziz menempatkan wakil-wakilnya, seperti Bandar-bandar pelabuhan.
            Sultan Abdul Aziz memiliki kekuasaan yang penuh dalam pemerintahan, sehingga Sultan berhak menentukan apa yang menjadi kebijakannya seperti kebijakan politik, ekonomi, sosial.
            Jika dilihat dari sistem pemerintahan kesultanan Langkat dimana pimpinan tertinggi berada ditangan Sultan Langkat, kemudian dibantu oleh empat Pangeran yang memerintah diberbagai daerah. Ada 4 pemimpin daerah yang berkuasa di Langkat yang disebut sebagai Pangeran kesultanan Langkat, diantaranya adalah

1.  Pangeran Luhak Langkat Hulu
2.  Pangeran Luhak Langkat Hilir
3.  Pangeran/ketua Kerapatan Besar
4.  Pangeran Langkat Teluk Haru

Pertama, pemerintahan kesultanan Langkat yang berada di Langkat Hulu dipegang oleh Pangeran Luhak Langkat Hulu dibantu oleh sejumlah besar kejuruan yang ada dibawah pemerintahannya, Kejuruan merupakan wilayah teritorial yang membawahi beberapa kampung, maka kejuruan adalah merupakan daerah-daerah yang dibawah kesultanan. Dalam sistem pemerintahan kejuruan tunduk kepada kesultanan dan merupakan daerah yang mendapatkan perlindungan kerajaan pusat, dalam arti untuk pernyataan tunduk atau takluk umumnya kejuruan membayar upeti kepada pusat atau kesultanan. Dan Sultan sebagai titik pusat pemerintahan dan agama serta adat menempatkannya sebagai pusat kosmos atau sentrum legitimasi. diantaranya adalah kejuruan Indra Setia, Binjai, kejuruan Selesai, Datuk Salapian, Kejuruan Sri Indra Muda, Bahorok, dan Maharaja Setia Pahlawan Sei Bingei. Dalam menjalankan tugasnya baik pangeran maupun para kejuruan dibantu oleh penghulu-penghulu, para penghulu inilah yang menjadi tulang punggung dalam memajukan kesultanan Langkat.
Kedua, Pemerintahan kesultanan Langkat yang berada di Langkat Hilir di pegang oleh Pangeran Luhak Langkat Hilir serta juga dibantu oleh sejumlah kejuruan dan Datuk, diantaranya adalah kejuruan Sutan Magendar Stabat, Kejuruan Setia Pahlawan, Datuk Sindera Cempa, Datuk Hakim Setia Raja Sei Rebat, Datuk Sagur Diraja Tualang, dan Datuk Hinai. Para Kejuruan dan Datuk inilah yang membantu pembangunan di Langkat Hilir, serta tidak terlepas dari peran para penghulu yang membantu kejuruan dan Datuk dalam melaksanakan pembangunan dan pemerintahan kesultanan Langkat.
Ketiga, kesultanan Langkat yang berada di Teluk Haru dipimpin oleh Pangeran Langkat Teluk Haru dan dibantu oleh sejumlah Datuk diantaranya adalah Datuk Pulau Kampai, Datuk Johan, Datuk Setia Muda Lepan, Datuk Babalan, Datuk Sembilan. Para Datuk inilah yang membantu pangeran Langkat Teluk Haru dalam menjalankan pemerintahan.
          Keempat, adalah Kerapatan Besar, Kerapatan Besar ini berada di pusat pemerintahan Langkat, kerapatan ini sebagai wadah para Pengeran yang berada di Langkat Hulu, Hilir maupun Teluk Haru. Dengan adanya kerapatan ini maka akan semakin memudahkan pengeran yang berada di Langkat Hulu, Hilir dan Teluk Haru untuk berkomunikasi dalam berbagai bidang diantaranya adalah mengenai kemajuan politik, ekonomi, keamanan dan juga pendidikan.
       Didalam sistem pemerintahan kesultanan Langkat ada daerah-daerah lain yang memiliki kedudukan yang penting dalam mendukung pemerintahan Sultan Abdul Azis, sehingga menjadi kesultanan yang besar. Dari pemimpin diatas yang telah membantu Sultan juga tidak terlepas adaya bantuan dari kejuruan-kejuruan yang lain seperti: 

1.  Kejuruan Selesai
2.  Kejuruan Bahorok
3.  Kejuruan Stabat
4.  Kejuruan besitang
5.  Datuk Lepan dan
6.  Sungai Bingai

Mereka diatas kesemuanya berkedudukan sebagai Landsgroten (jajahan) dan mereka memperoleh andil dari hasil tanah perkebunan atau tambang minyak yang berada diwilayah mereka masing-masing. Para wajir (dari wilayah rantau Langkat) merupakan Ricjksgroten (jajahan yang kaya) seperti dibawah ini:

1.  Datuk campa
2.  Sei Rebat
3.  Hinai dan
4.  Kampung Tualang

Ke-empat daerah ini tidak memperoleh hasil apa-apa tetapi memperoleh semacam karunia dari bagian Sultan Langkat. Mereka memperoleh pendapatan setiap bulannya ditambah lagi pemberian konsesi tanah yang diberikan oleh Sultan.

Kesultanan Langkat Sebagai Kesultanan Terkaya

Kesultanan Langkat merupakan kesultan yang makmur yang berada di Kerasidenan Sumatera Timur. Bila dibandingkan dengan kesultanan yang lain yang berada di Sumatera Timur maka kesultanan Langkat yang terkaya. Kekayaan Sultan berasal dari berbagai penerimaan yang diperolahnya baik dari perkebunan dan ada juga dari hasil tambang minyak mentah yang ada di Pangkalan Berandan yang berdiri 
pada tahun 1885 yang dikelolah oleh. Pangkalan Berandan menjadi sangat penting dengan adanya sumber-sumber minyak, maka sultan menganggap perlunya menumbuhkan Luhak yang diambil dari Langkat Hilir, diantaranya adalah daerah-daerah Besitang, Pulau Kampai, Pangkalan Berandan, dan Lepan dimasukan dari Teluk Haru dengan kedudukan Pangkalan Berandan dipimpin oleh putra dari Tengku Sulung.
            Dari hasil perkebunan tembakau, Sultan Langkat memperoleh kekayaan yang tidak kalah besarnya dari eksplorasi minyak mentah yang berada di Pangkalan Berandan. Para penanam modal memberikan pelayanan yang istimewa terhadap Sultan, dimana kesejahteraan mereka ditanggung serta diberikan royalty yang sangat besar. Inilah yang membuat kesultanan Langkat menjadi sangat kaya, sehingga pihak

kesultanan pada tahun 1897 dapat membangun sebuah mesjid yang sangat megah. Mesjid ini dinamakan dengan nama Mesjid Raya Azizi, Mesjid ini berdiri diatas lahan seluas 1800 M2 dan selesai dibangun dalam waktu 18 bulan . Mesjid Azizi ini dibangun jauh lebih anggun dari istana yang dibangun oleh Sultan. Ini menandakan bahwa pihak Sultan sangat ingin menyatukan setiap kalangan yang berada di Langkat menjadi harmonis. Dapatlah dilihat bahwa Sultan sangat mementingkan perkembangan ajaran Islam demi berlangsungnya kedamaian dan persatuan rakyatnya.

0 comments:

Post a comment